Kamis, 09 Juli 2015

Matematika dan Seni Rupa (Batik)


MATEMATIKA DAN SENI RUPA
             Matematika tidak hanya bergelut di dalam logika dan rumus, matematika telah digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan keindahan melalui pola, simetri dan stuktur. Dalam matematika hal-hal seperti keindahan, pengkomunikasian dan emosi adalah hal yang kompleks, begitu juga dalam seni. Seni lahir berdasarkan kebutuhan manusia untuk mengekspresikan apa yang terjadi pada dirinya sendiri dalam menjalani kehidupannya. Seni mengkombinasikan suatu fungsi dan astetik kedalam objek yang digunakan oleh manusia. Bentuk hasil karya seni diantaranya tulisan, lukisan, hasil pahatan dan kombinasi dari ketiganya sehingga menghasilkan karya yang sangat bervariasi. Matematika dan seni adalah dua hal yang berbeda namun keduanya adalah sebuah bahasa yang dapat digunakan untuk mengekspresikan ide atau pemikiran yang sama. Kita seringkali penasaran atau tertarik terhadap seni yang mengandung unsur matematika di dalam nya.
            Seni rupa merupakan sebuah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa di tangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini di buat dengan megolah konsep titik, garis, bentuk, volume, warna, tekstur dan pencahayaan dengan acuan estetika. Indonesia telah terkenal dengan batik tulisnya yang mendunia dan motif alam yang unik satu dengan yang lainnya. 



Gambar 1. Batik
            Batik merupakan salah satu contoh dari sebuah seni rupa. Pola batik tradisional tersebut ternyata dapat di modelkan dalam rumus matematika yaitu Fraktal. Seiring berjalannya waktu, kini telah ditemukan cara modern untuk membuat batik yaitu dengan seni Fraktal.
             Seni fraktal adalah bentuk seni algoritma yang dibentuk dengan menghitung objek fraktal dan hasil akhirnya adalah gambar, animasi, ataupun media. Seni ini di gunakan oleh Kevin Gross yang berasal dari Dakota selatan. Ia nenggunakan matematika sebagai penggani kuas dan kanvas untuk membuat lukisan. Tujuan Kevin melukis menggunakan seni fraktal adalah ia ingin menunjukkan bahwa matematika adalah seni. Contoh yang paling terkenal dari seni fraktal adalah Mandelbrot set, dinamai sesuai dengan matematikawan Benoit Mandelbrot, yang mempelajari dan mempopulerkan himpunan ini. Mandelbrot set merupakan himpunan yang diperoleh dari persamaan kuadrat rekursif:
dengan Zo=C. Parameter  C ada di bidang kompleks dan orbit Zn terbatas.


Gambar 2. Mandelbrot set.
Batik Frakta adalah batik yang didesain dengan rumus fractal atau yang menggunakan seni Fraktal. Desain batik fractal pada umumnya berasal dari motif-motif tradisional  yang kemudian diolah . Contohnya adalah motif kawung yang dapat dimodelkan dan diolah motifnya untuk membuat varian kawung baru. 

Gambar 3. Batik kawung 



Gambar 4. Desain batik menggunakan software jBatik

           
Dengan bukti-bukti nyata di atas dapat di simpulkan bahwa matematika dapat di padukan dengan seni dan budaya tradisional sehingga dihasilkan sebuah karya seni rupa yang memiliki nilai estetika yang tinggi yang mampubersaing dengan seni lainnya. Jadi penulis berpendapat bahwa ilmu Matematika merupakan ilmu yang fleksibel karena dapat mengikuti setiap perkembangan zaman dan teknologi. Dan dengan adanya seni yang memiliki unsur matematika sehingga kita dapat menikmati matematika dalam sebuah karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar